Gerak Cepat Bantu Banjir Bandang di Aceh, PLN Kirim Bantuan ke Pengungsi thumbnail

Gerak Cepat Bantu Banjir Bandang di Aceh, PLN Kirim Bantuan ke Pengungsi

Diposting pada
PLN Wilayah Aceh bekerjasama dengan Yayasan Baitul Mall ( YBM ) PLN terus menyalurkan bantuan kepada para pengungsi di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Foto For Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM I JAKARTA – PT PLN (Persero) gerak cepat mengamankan sistem kelistrikan di Aceh pascaterjadi banjir bandang di Aceh Utara dan Aceh Timur. Selain mengamankan sistem kelistrikan PLN juga langsung mendistribusikan bantuan berupa bahan pokok dan kebutuhan primer para pengungsi.

Melalui PLN Unit Induk Wilayah Aceh bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM ), PLN terus menyalurkan bantuan kepada para pengungsi di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Langsa Andi Seno Hendriatmoko menjelaskan untuk Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang, PLN UP3 Langsa dan YBM PLN UP3 Langsa memberikan bantuan ke lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Untuk Lokasi Penyerahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Manager PLN UP3 Langsa, Andi Seno dan tim PLN dan YBM mengunjungi Posko Siaga Bencana Banjir Aceh Tamiang di Ujung Titi Kota Kuala Simpang. Rombongan PLN UP3 Langsa diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil SH.Mkn, Kapolres AKBP Imam Asfali, Dandim Letkol Yusuf, Kepala BPBD Syahri, SP dan Kadinsos Zulfikar, SP.

“Pada Kesempatan tersebut PLN UP3 Langsa, melalui YBM PLN UIW Aceh menyerahkan bantuan senilai Rp 15 juta dalam bentuk bantuan Beras 870 Kg, Gula 100 Kg, Mie Instan 31 Dus dan Minyak Goreng 50 Liter,” ujar Andi Seno, Kamis (6/01/2022).

Setelah itu, rombongan kembali bertolak ke Kota Langsa menuju kantor BPBD Kota Langsa dan diterima oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Langsa Zainal Abidin, SH untuk kembali menyalurkan bantuan Sembako senilai Rp 10 juta untuk selanjutnya di distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Total bantuan yang diberikan oleh PLN UP3 Langsa dan YBM PLN serta sumbangan dari para pegawai adalah Rp 52 juta.

Sementara itu di Aceh Utara, PLN UP3 Lhokseumawe juga memberikan bantuan ke sejumlah lokasi yang terkena banjir. Bantuan tersebut dari YBM PLN dan Serikat Pekerja PLN. Penyerahan bantuan diserahkan langsung oleh Manajer PLN UP3 Lhokseumawe Muhammad Haiqal dan tim PLN. Total bantuan yang diberikan oleh PLN untuk korban banjir di Aceh Utara sebesar Rp 26 juta.

Dalam kesempatan itu, Haiqal menjelaskan untuk di Aceh Utara Banjir terjadi pada sejumlah daerah di Lhoksukon, kondisi ini juga memaksa PLN memadamkan aliran arus listrik.

“Saat ini terdapat beberapa wilayah kerja terdampak yaitu Lhoksukon dan Panton Labu,” sebutnya.

Menurut Haiqal, terdapat kondisi yang menyebabkan listrik dipadamkan demi keselamatan bersama, yaitu apabila rumah warga terendam dan jaringan listrik PLN terendam.

“PLN akan memulihkan listrik di lokasi banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik,” ujar Haiqal.

Haiqal menambahkan, pihaknya terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrim terjadi. Dirinya juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan.

Untuk saat ini, PLN melakukan siaga dibeberapa posko tersebar di wilayah Kerja UP3 Lhokseumawe.

Sedanhkan di Aceh Timur sebanyak 57 gardu listrik masih dipadamkan. Sementara, yang lainnya telah dipulihkan. Andi menyebutkan, gardu yang dipadamkan tersebut meliputi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Idi tersebar di Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Gardu di wilayah tersebut masih dipadamkan karena tiangnya patah. Kendaraan pemasangan tiang belum bisa melewati wilayah tersebut karena masih banjir.

Di Kecamatan Pantai Bidari, terdapat 14 gardu padam karena banjir dan tiang patah, wilayah tersebut belum bisa dilewati kendaraan untuk perbaikan. Kemudian, di ULP Pereulak tersebar di Kecamatan Penaron sebanyak dua gardu dan di Kecamatan Peurelak Kota sebanyak sembilan gardu.

Di Kecamatan Birem Bayeun sebanyak 12 gardu, Kecamatan Rantau Seulamat sebanyak 27 gardu dan Kecamatan Simpang Jernih satu gardu.

“Saat ini kami terus memantau kondisi di lapangan, jika kondisi sudah normal dan banjir juga sudah surut maka seluruh gardu yang dipadamkan akan dihidupkan kembali,” kata Andi. (ra)