Gubernur: Omicron Belum Ditemukan di Lampung thumbnail

Gubernur: Omicron Belum Ditemukan di Lampung

Diposting pada

Meski tak ditemukan Omicron di Lampung, masyarakat diharapkan tetap menerapkan prokes

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung sampai Rabu (5/1/2022) dalam keadaan terkendali. Proporsi kasus Covid-19 hanya 0,77 persen dan angka kesembuhan mencapai 91,54 persen.

“Dan hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi Varian Omicron di Provinsi Lampung,” kata Gubernur Arinal Djunaidi di Bandar Lampung dalam keterangan persnya, Kamis (6/1/2022).

Ia mengatakan, Pemprov Lampung telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 58 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Penegakan Penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi, serta berupaya meningkatkan herd immunity dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Menurut dia, meski tidak ditemukan Omicron di Lampung, masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Penerapan protokol kesehatan ketat harus tetap dilakukan karena ini kunci utama untuk mencegah Omicron, tetap waspada, dan jangan euforia.

Untuk mencegah penyebaran varian Omicron, pemerintah daerah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di area publik dan mempercepat vaksinasi. Menurut dia, berdasarkan instruksi Mendagri memang sudah dikeluarkan surat edaran yang mengatur penerapan aplikasi PeduliLindungi di semua tempat publik untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mempercepat vaksinasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung, Kamis (6/1), terdapat penambahan dua orang positif Covid-19 sehingga total pasien positif selama pandemi 49.745 orang. Dua orang positif tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur. Sedangkan pasien sembuh 45.532 orang, dan pasien positif meninggal dunia total 3.825 orang, tidak ada penambahan.

Arinal menyebutkan, meskipun pandemi Covid-19, indikator pertumbuhan ekonomi Lampung terus semakin membaik. Sampai dengan Semester 1 Tahun 2021, ekonomi Lampung tumbuh positif dibandingkan dengan tahun 2020.

“Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II mencapai kondisi tertinggi sebesar 6,82 persen di atas capaian Nasional serta inflasi yang tetap terkendali. Juga ditandai dengan Nilai Tukar Petani yang mulai membaik pada bulan Desember 2021 sebesar 106,29,” ujarnya.

Dia menjelaskan nilai ekspor Provinsi Lampung juga mengalami peningkatan. Pada triwulan III-2021 meningkat 29,27 persen jika dibandingkan triwulan II-2021.  Sedangkan jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2020, nilai ekspor Provinsi Lampung mengalami peningkatan sebesar 71,95 persen.

Kemudian, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung tahun 2021 sebesar 69,90 yang meningkat dari tahun 2020 yaitu 69,69. Selain itu penurunan persentase penduduk miskin Provinsi Lampung selama lima tahun menunjukkan tren yang cukup baik.