Menang Atas Persip Pasee, Final Pertama di Tahun Perdana Galacticos FC thumbnail

Menang Atas Persip Pasee, Final Pertama di Tahun Perdana Galacticos FC

Diposting pada

HARIANRAKYATACEH.COM – Galacticos FC mencatatkan sejarah untuk dirinya sendiri: tahun pertama keikutsertaannya di Liga 3 Aceh, langsung melanggeng ke grand final. Tahun lalu, pentolan Galacticos FC sejatinya juga ikut ambil bagian, tetapi memakai nama Peusangan Raya.

Galacticos FC menyegel satu tiket grand final Liga 3 Aceh. Kepastian tersebut diperoleh setelah meraih kemenangan 1-0 atas Persip Pasee di pertandingan semifinal, yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Rabu (5/1).

Zulfikar alias Fikardo menjadi sosok paling disorot sore itu. Pesepakbola asal Kecamatan Makmur ini kembali menunjukkan kelasnya sebagai pembeda. Di saat pertandingan nyaris saja imbang dalam waktu normal, sebuah tendangan berakurasi dari luar kotak penalti di menit 72′, bukan hanya memperdayai kiper Persip yang dikawal Ferdian, tetapi juga menjadi sejarah.

Sejarah yang pertama, Galacticos baru kali perdana mentas di Liga 3 Aceh atas namanya sendiri. Tahun lalu, turun atas nama Peusangan Raya. Sejarah selanjutnya, Fikardo bukan sekadar menambah jumlah perbendaharaan golnya, tapi juga menjaga konsistensi sebagai salah satu pesepakbola masa depan Aceh. Sebelum Liga 3 Aceh kick off, Fikar sudah menasbihkan dirinya sebagai top skor Pra PORA.

“Alhamdulillah bisa membawa Galacticos FC ke partai final. Gol saya hanya salah satu sebab, tapi di luar itu semua, semata-mata karena kerjasama semua orang yang ada di tim ini, tanpa terkecuali,” tuturnya kepada Harian Rakyat Aceh.

Hasil tersebut memastikan satu tiket bagi Galacticos ke putaran nasional. Menurut salah satu sumber di PSSI Aceh, kepastian untuk Aceh di nasional ada dua tim. Tapi pihaknya sedang berupaya menjadi tiga tim. Pemilik Galacticos Ziurrahmah mengaku bangga atas perjuangan para pemain.

“Saya bangga dengan kerja keras semua pemain di lapangan. Kita semua patut bersyukur, salah satu doa kita sudah diijabah, Galacticos masuk final. Setidaknya satu kaki sudah ke putaran nasional,” ungkap pria dengan sapaan ‘Uun’ itu.

Sejujurnya, ia sempat gusar di awal-awal pertandingan dua pemain intinya harus ditarik keluar karena cedera; Ikhsan dan Martunis. Apalagi nama terakhir, yang notabene adalah kapten dan pemain senior. Tapi nun jauh di hati, ia menyakini bahwa takdir sudah ada dalam ketetapan-Nya.

Karena kerja keras dan berhasil memenuhi target awal, lolos ke partai puncak, Uun mengapresiasi para pemain beserta jajarannya dengan bonus Rp 50 juta. Selama keikutsertaan Galacticos FC di Liga 3 tahu ini, bonus masuk final menjadi yang terbanyak. Katanya, kalau berhasil juara, bukan tidak mungkin akan ditambah lagi.

“Sejak kemarin saya sudah menyampaikan kepada anak-anak bahwa target paling aman, wajib masuk final, dan hari ini mereka menjawab itu. Tentu saya bisa menilai dan punya penghargaan tersendiri bagi mereka,” tutur pemilik Galacticos.

Saat ini, ia menginstruksikan para pemain untuk rileks dan mengembalikan kebugaran. Juara hanyalah bonus, yang terpenting selalu menanamkan dalam jiwa dan raga, pertarungan sesungguhnya ada di putaran nasional. Kini Galacticos masih menunggu hasil pertandingan antara PSLS Lhokseumawe vs PSBL Langsa, pemenang tersebut akan menghadapi Galacticos. (icm/rif)