Nova Iriansyah Dukung Pelaksanaan Studi CCS di PT Arun Lhokseumawe, Ini Targetnya thumbnail

Nova Iriansyah Dukung Pelaksanaan Studi CCS di PT Arun Lhokseumawe, Ini Targetnya

Diposting pada

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mendukung studi carbon capture and storage (CCS) di lokasi PT Arun Lhokseumawe yang akan dilakukan oleh ODIN Reservoir Consultant–Australia di bawah investor Carbon Aceh dan PT PEMA.

Studi tersebut dalam rangka persiapan untuk menjadikan PT Arun sebagai gudang penyimpanan gas di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Andang Bachtiar, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (5/1/2022).

Turut hadir, Asisten II Sekda Aceh, Mawardi, Direktur PT PEMA, Zubir Sahim, Kadis ESDM Aceh, Mahdi Nur, dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Wiradmadinata.

Menurut Nova, semua tahapan untuk persiapan kegiatan investasi tersebut harus dilaksanakan dengan baik.

Sebab, hal itu menjadi sesuatu yang baru di Aceh.

Gubernur menekankan kepada ADPMET sebagai pihak yang mengurus rencana studi investasi itu di Kementerian ESDM, agar memperhatikan keistimewaan yang dimiliki Aceh.

Menurutnya, Aceh merupakan provinsi yang memiliki kewenangan khusus, termasuk dalam pengelolaan minyak dan gas.

“Karena itu, kami minta agar regulasi yang sedang disusun di Kementerian ESDM terkait pelaksanaan CCS di lokasi PT Arun dapat mengakomodir keistimewaan yang dimiliki Aceh,” pinta Gubernur seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol (Karo Humpro) Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, kemarin.

Sekjen ADPMET, Andang Bachtiar, mengatakan, kedatangan pihaknya untuk melaporkan perkembangan persiapan studi CCS di lokasi PT Arun yang akan dilaksanakan oleh ODIN Reservoir Consultant, yang berada di bawah investor Carbon Aceh dan PT PEMA.

Baca juga: Manajemen Kampus Politeknik Kunjungi PT PEMA di Banda Aceh, Ini Tujuannya 

Baca juga: Sah! PT Pertamina Hulu Energi Resmi Serahkan Blok B Kepada PT Pema Global Energi

“MoU antara PT PEMA dengan Carbon Aceh sedang disiapkan, Insya Allah paling lambat awal Februari mendatang sudah jadi.

Nantinya, MoU tersebut akan menjadi payung regulasi perusahaan investor yang melakukan studi,” ungkap Andang.

Andang mengatakan, pelaksanaan studi itu nanti akan melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, termasuk Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malikussaleh.

Ia menambahkan, PT Arun merupakan satu-satunya perusahaan migas di Indonesia yang sudah kosong.

“Bila rencana investasi ini berjalan lancar, maka PT Arun akan menjadi gudang penyimpanan gas pertama di Indonesia,” tutup Andang. (jal)

Baca juga: Mengemuka dalam Rapat di Jakarta, Lokasi PT Arun Direncanakan Jadi Tempat Penyimpanan Gas Terbesar

Baca juga: Tenaga Pengamanan Kompleks Eks PT Arun Adukan Persoalan THR ke Ketua DPRK Lhokseumawe