Temuan Hasil Sidak Komisi V DPRA, RSUDZA Kewalahan Layani Pasien Rawat Jalan thumbnail

Temuan Hasil Sidak Komisi V DPRA, RSUDZA Kewalahan Layani Pasien Rawat Jalan

Diposting pada

Banda Aceh (RA) – Membludaknya pasien rawat jalan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh masih belum tertangani dengan baik. Hal itu diketahui saat komisi V DPR Aceh melakukan sidak kedua di ruang Poli Klinik di rumah sakit plat merah tersebut. Kamis (6/1).

Dalam sidak itu dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR Aceh M. Rizal Falevi Kirani dari partai PNA dan enam orang anggota Komisi V DPR Aceh, Tarmizi (dari Partai Aceh), Muslim Syamsudin (Partai Sira), Ansari Muhammad, S. PT., M. Si ( Partai Golkar), dr. Purnama Setia Budi, SpOG (Partai PKS) dan Fakhrurrazi H. Cut (Partai PPP).

Mereka disambut oleh Wakil Direktur Pelayanan dr. Endang, Wadir Administrasi dan Umum, dr. Abdul Fatah, Wadir Penunjang, dr. Nurnikmah dan beserta beberapa pegawai RSUD Zainoel Abidin lainnya.

Ketua Komisi V DPR Aceh M. Rizal Falevi mengatakan, sidak tersebut dilakukan berdasarkan informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat kepada pihaknya, terkait pelayanan RSUD Zainoel Abidin.

Berdasarkan informasi yang didapat Komisi V DPRA, sebut Fahlevi, memang terjadi lonjakan pasien, khususnya di Poli klinik pasca menurunya kasus Covid-19 di Aceh.

“Tadi kita dengar bahwa pasien yang daftar hampir 1000 lebih per hari, sehingga membuat kewalahan bagi rumah sakit dalam mengatur dan memberikan pelayanan. Kemudian ditambah dengan sempitnya ruangan. Maka kedepan harus ditindak lanjuti. Kita juga nanti akan menyampaikan ke gubernur Aceh atau sekda untuk segera menambah ruangan poli Klinik, karena ini menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Menurut Fahlevi, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius, sebab banyak pasien rawat jalan dari daerah lain yang dirujuk ke RSUDZA, namun tidak tertangani di hari itu juga, dikarena kondisi pasien dan dokter yang menangani tak seimbang.

Lebih lanjut, kata Fahlevi, ruangan yang sempit juga menjadi persoalan selama ini yang harus segera juga ditangani. Maka dari itu ia meminta untuk disegerakan ruang poli klinik dipindahkan ke rumah sakit lama. Sehingga tidak menyebabkan antriannya terlalu panjang, dan membuat masyarakat tidak terlalu lama menunggu.

“Inikan sangat disayangkan, jika ada pasien dari kabupaten/kota, yang berobat jalan ke RSUZA. Mereka harus meyiapkan berbagai kebutuhan termasuk tranportasi. Namun sampai disini mereka harus menunggu lagi antrean, bahkan sampai beberapa hari, dikarenakan membludaknya pasien,”jelas Fahlevi.

Tak hanya itu, kata Fahlevi, komisi V DPRA juga menyorot kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUDZA yang perlu segera ditambahkan, agar masyarakat dapat terlayani semua. Sehingga tidak ada lagi terdengar masyarakat tidak terlayani dengan baik di RSUDZA.

“Kita juga meminta, agar alat kesehatan yang dimiliki RSUDZA diupgrade kembali sesuai dengan kebutuhan yang ideal,”ujar Fahlevi.

Sementara itu Wakil Direktur Pelayanan RSUDZA, dr. Endang mengatakan, saat ini memang terjadi lonjakan pasien rawat jalan, pasca menurunya kasus Covid-19 di Aceh. Endang menyebutkan, dalam sehari ada 1200 pasien yang berobat di Poli Klinik. Mereka datang dari berbagai macam keluhan penyakit, seperti saraf, jantung, penyakit dalam dan berbagai sakit lainnya. Namun, sebut Endang, Masyarakat Aceh yang menderita penyakit jantung lebih dominan yang berobat saat ini.

“Para pasien ini ditangani oleh dokter ahli yang bertugas saat itu. Sehingga pada saat sidak di setiap masing poli klinik oleh komisi V DPRA sudah banyak pasien yang tertangani tadi,” sebutnya.

“Di RSUDZA ada 200 lebih dokter spesialis. Mereka ini tugasnya rawat jalan, operasi dan UGD. Saat ini juga Ini sudah ada penerimaa CPNS, kita lihat nanti penambahan dokternya,” jelasnya. (mar/rif)