Kadin Banda Aceh Silaturahmi ke Wali Kota, Bahas Iklim Usaha Hingga UMKM thumbnail

Kadin Banda Aceh Silaturahmi ke Wali Kota, Bahas Iklim Usaha Hingga UMKM

Diposting pada

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banda Aceh beraudiensi sekaligus silaturahmi pasca Musyawarah Kota (Mukota) VI ke Wali Kota Banda Aceh.

Ketua Kadin Banda Aceh, Muhammad Iqbal, bersama pengurus disambut langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman di Pendopo Wali Kota, Jumat (7/1/2022).

Dalam audiensi tersebut, Ketua Kadin Banda Aceh Muhammad Iqbal mengucapkan terima kasih atas sambutan Wali Kota Banda Aceh dan berharap hubungan antara Kadin Kota dan Pemko Banda Aceh semakin erat dan harmonis ke depannya.

Kadin satu satunya organisasi yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 tentang kamar dagang dan industri barang dan jasa. Kadin juga merupakan wadah serta payungnya antara dunia usaha dengan pemerintah.

Iqbal menyampaikan, di periode kepemimpinannya akan berupaya semaksimal mungkin menaikkan kelas pengusaha lokal, sehingga bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Kadin merupakan payung dunia usaha dan asosiasi, sudah jadi tugas kami untuk bisa menyelaraskan serta meningkatkan kapasitas pengusaha lokal dan UMKM ke depan,” kata Iqbal.

Kadin Banda Aceh, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Pemko dan ikut mendukung menuukseskan program pemerintah, serta ikut mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini.

Kata Iqbal, semoga kedepan Kadin kota dan Pemko Banda Aceh bisa melakukan MoU, tidak hanya terbatas pada dunia usaha saja, tetapi program lainnya yang bisa menciptakan iklim usaha sehat demi terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah yang merata sampai ke desa-desa.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kadin Banda Aceh dan berharap akan terus terjalin silaturahmi ke depan.

Pihaknya juga menyampaikan, selama pandemi COVID-19 dunia usaha mengalami masalah di semua aspek. Meski demikian, Pemko Banda Aceh terus mendorong dunia usaha dan UMKMm dari sisi permodalan, kemasan dan pemasaran.

“Dari sisi permodalan misalnya, kita punya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Mahirah Muamalah Syariah sebagai upaya memutus mata rantai praktik rentenir,” kata Aminullah.

“Perlu kolaborasi ke depan. Saya juga menyarankan bangun silaturahmi dengan stakeholder terkait seperti BI, OJK, Disperindag dan sebagainya, agar kerja serta program Kadin Kota Banda Aceh semakin maksimal ke depan,” tutup Amin. (ria)